SETIAP ORANG PASTI INGIN TOKONYA RAPI DAN TIDAK PERLU PUSING HITUNG HASIL PENJUALAN

Hai ..... paket superpromo 2018 masih berlangsung. Untuk mendapatkan harga terbaik diluar event promo silahkan kontak kami via WA 088216404528. Terimakasih

Toko Tradisional Harus Berbenah Diri Agar Tetap mendapat Ceruk Pasar Di Antara Toko Modern?

Sekarang Posisi Toko Bergaya Tradisional Kian Terhimpit?

Toko Tradisional Harus Berbenah Diri Agar Tetap mendapat Ceruk Pasar Di Antara Toko Modern? - Kami tidak tahu pasti. Sebab didekat kami pun masih ada yang bergaya tradisional dan masih eksis sampai sekarang. Yang jelas sekarang semakin banyak toko retail baik retail kelontong maupun non kelontong yang bergaya modern. Entah itu dari layanannya ataupun dari sisi displaynya.  Bisa jadi jaman memang telah berubah. Teknologi pun tersedia. Dahulu cuma ada kalkulator, lalu ada cash register, lalu ada program komputer kasir untuk layanan toko retail. Dan generasi pebisnisnya pun sudah beralih dari generasi tua ke generasi muda
Namun yang sering menjadi pembicaraan  adalah ketika muncul dan menjamurnya toko  modern berjejaring dan menyebar begitu masif ke seluruh pelosok wilayah. Ditambah toko-toko modern lokal yang juga bermunculan, membuat retail-retail tradisional tergagap-gagap. Fenomena ini tentu tidak dapat dihindari, karena eranya memang era demikian. Pengaturan bisa jadi memberikan perlindungan terutama bagi pemain lokal ditengah kompetisi dengan pemain retail modal besar yang menerapkan sistem jejaring. Dan itu wilayahnya pemerintah sebagai pengayom dan pembuat tata aturan. 
Bagi pebisnis retail sendiri tentu juga harus berfikir bagaimana menyesuaikan dengan perubahan jaman. Kalo dulu merasa masih diatas angin, sehingga muncul perilaku ngentol (memberi harga mahal pada orang asing atau jarang ke toko) tentu sikap seperti itu harus ditinggalkan. Bahkan image yang terlanjur nempel itu harus diconuter dengan perubahan sikap dan hal lain yang bisa meyakinkan.

Bagaimana Toko Retail Tradisional Harus Berbenah Diri?

Kita perlu berbenah diri menyesuaikan dan mensiasati tantangan jika kita menjadi bagian dari pelaku bisnis retail yang ingin tetap eksis, mencapai eknonomical bisnis  dan  bahkan berkembang. Menurut pendapat saya, ada banyak cara yang bisa dilakukan tanpa harus terpancang pada skala usaha. Artinya tanpa perlu terjebak pada keadaan "untuk bisa bersaing saya harus besar seperti mereka". Bagaimana kalao kemampuan modal terbatas? Apakah lantas menjadi tidak memiliki daya saing?. Bersaing bukan berarti behadapan, tetapi juga bagaimana mampu membikin terobosan yang berbeda sehingga akan mendapatkan ceruk pasar tersendiri.

> Bisakah Meningkatkan Daya Tarik Dengan Menata Display Toko Lebih Indah

Dalam pandangan saya sebagai pembeli, tentu bisa. Display tidak harus besar dan luas. Sempit pun asal ditata dengan rapi tentu akan membuat pembeli nyaman. Pendekatan swa pelayanan bisa saja diterapkan pada toko kecil. Silahkan pembeli memilih menentukan sendiri pilihannya, penjual tinggal nunggu dipintu keluar. Ketika sedang sepi saatnya display dirapikan kembali.

> Bisakah Dengan Menjual Keramahan Toko Anda Akan Menarik?

Tentu saja. Buatlah keramahan yang natural, bukan keramahan yang dibuat-buat, karena overacting dalam hal keramahan juga membuat pembeli risih. Jika keramahan itu by design, minimal buatlah keramahan standar. Dalam hal stok barang yang dicari tidak tersedia, sebaiknya jangan bohong kepada pembeli. Katakan saja sejujurnya, kalau perlu beri alternatif pembeli untuk ke toko lain, barang kali ada. Anda tidak akan rugi koq, kejujuran dan kebaikan hati Anda memberi alternatif itu akan tercatat dalam hati pembeli, sehingga dia akan come back. Jangan lupa barang-barang yang sering dibutuhkan dan memang kosong.

> Bisakah Dengan Menonjolkan Aspek Tertentu Akan Efektif Menarik Pelanggan

Tonjolkanlah kalao memang ada. Misalnya menonjolakan kemurahan harga minuman. Atau mungkin khusus aneka Mie. Atau mungkin khusus aneka beras. Terserah intinya berikan sesuatu yang menarik buat pelanggan toko Anda

> Perlukah Mencari Sumber Barang Yang Masih Kompetitif?

Ya tentu saja. Mencari sumber perolehan barang yang harganya masih bisa kompetitif untuk di jual lagi akan membuat kita lebih leluasa untuk menentukan harga jual yang dapat bersaing. Memang biasanya kulakan dalam jumlah sedikit akan mendapatkan harga yang lebih tinggi dibanding kalo kita kulakan dalam partai besar. Jika Anda adalah pengecer maka mencari supplier atau grosir yang termurah akan membuat kita mampu menjual dengan harga yang bisa bersaing. Akan lebih baik lagi jika ada lembaga grosiran (koperasi) atau swasta yang mampu memberikan harga kulakan yang murah kepada retail tingkat pengecer. Intinya jelilah mencari sumber kulakan yang menurut Anda terbaik.

> Menjual Dengan Harga Yang Tinggi

Pada tingkat toko retail eceran, harga memang mencapai tingkat akhir.  Maslah yang muncul adalah ketika toko retail pengecer menjual harga diluar kewajaran. Misalnya kalau harga mie di swalayan besar 1825, di minimarket 1925, di toko kelontong wajar dibulatkan jadi 2000, tetapi ada yang menjual sampai 2.200. Contoh lagi obat di swalayan 1850, di minimarket 1950, di toko kelontongan biasaya 2000 tetapi ada yang menjual 2.500. Menjual harga yang diluar batas ini menurut saya (kaca mata konsumen) akan menimbulkan dampak buruk bagi penjual atau toko. Pembeli akan mikir tujuh keliling untuk balik lagi ke situ. Pun jika kembali itu hanya karena kepepet saja. Alias toko tersebut tidak akan mampu mendapatkan stable costumer (pelanggan setia), tetapi hanya akan mendapatkan pelanggan yang tersesat, atau pelanggan kepepet, atau pelanggan yang perkewuh (karena masih tetangga).
Jualah dalam batas keuntungan wajar (5-<20%). Kejarlah faktor kali lebih daripada faktor margin tinggi.